Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Kematian

Kematian. Satu kata itu selalu terngiang dalam benakku. Dulu kecil, kematian adalah hal yang menakutkan dan menjadi salah satu hal yang tak pernah diinginkan terjadi. Beranjak dewasa, kematian tak lagi menakutkan dan selalu menjadi satu-satunya pelarian terakhir dalam hidup. Meskipun kematian itu sendiri melawan hukum kehidupan dan menamatkan alur hidup yang belum selesai. Namun mengapa? Mengapa kematian selalu menjadi pelarian terakhir? Apakah hidup sesulit itu? Apakah hidup tak lagi aman dan nyaman? Apakah hidup tak lagi damai? Kita tak pernah tahu. Hanya seseorang yang memilih pelarian itulah yang memiliki jawaban. Mereka tahu konsekuensinya tapi mereka tetap memilih. Terdengar tak masuk akal, tapi itu adalah kenyataan sesungguhnya.

Kematian Yang Menghantui

Aku memandang langit kelabu itu dengan putus asa. Bagaimana rasanya jika diriku menyatu dengan langit? Kemudian aku memandang ke arah lain, di mana laut sunyi itu berada. Bagaimana jika diriku tenggelam hingga dasar terdalam? Lalu aku berjalan dan menemukan bahwa diriku berada di ketinggian saat ini. Bagaimana rasanya jika diriku terjatuh dari tempat tertinggi? Dan tanpa sadar, aku memegang benda tajam itu untuk kesekian kalinya dengan ketidakpastian. Bagaimana rasanya jika salah satu bagian tubuhku disayat? Semua hal mengerikan tentang kematian selalu berkecamuk dalam pikiranku dan aku selalu penasaran mengenai rasa dari kematian itu. Aku berpikir bahwa diriku terlalu aneh untuk memikirkan hal mengerikan itu. Tapi setelah dipikir lebih lagi, ternyata aku bukan aneh, aku hanya menginginkan diriku untuk cepat mati. Untuk cepat pergi dari dunia yang fana ini. Dan setelah sekian lama semua pikiran dan rasa yang menghantui itu, akhirnya aku melakukannya. Aku pergi dengan perasaan ...

Gadis

Gadis, seorang remaja tanggung yang memiliki banyak harapan namun sering dikecewakan. Gadis tak pintar tapi pandai menyembunyikan segala sesuatu dalam dirinya terutama luka dan patah hatinya. Gadis hanya ingin cerita hidupnya tetap berjalan meski batinnya tiap kali menginginkan untuk berhenti. *** Gadis menatap album foto semasa kecilnya. Ia tersenyum melihat berbagai foto masa kecil miliknya itu. Tersenyum miris lebih tepatnya. Batinnya menertawakan masa kecilnya yang begitu polos dan ceria. Menertawakan masa dimana ia tak tahu kelamnya dunia. Masa dimana ia ingin cepat menjadi remaja dan dewasa dengan pemikiran bahwa itu adalah sebuah kebahagiaan. Gadis mengelus foto masa kecilnya yang tersenyum lebar. Tatapan matanya penuh kerinduan. Rindu akan sosok lamanya yang perlahan menghilang dari dirinya. Foto ini adalah foto dimana ia tak tahu kelamnya dunia. Foto dimana ia selalu ingin mempunyai banyak teman, menjadi dewasa, dan hidup bahagia. Polos sekali, bukan? Tapi Gadis selal...